Skip to main content

Motivasi dan Trik Dalam Menciptakan Innovasi

Pada Congress Indonesian Diaspora (CID) 4th di Jakarta, Sabtu 1 Juli 2017 salah satu sesi diskusi pemaparan atau lebih tepatnya adalah share informasi serta pengalaman dalam menciptakan sebuah innovasi baru dari para tokoh Diaspora. Dikesempatan ini hadir enam (6) orang tokoh sukses membangun jaringan bisnisnya dengan menciptakan berbagai innovasi, baik dibidang elektronik, social media (networking), dan Software.

Tokoh Diaspora yang hadir antara lain :

1. Sehat Sutardja (Co-Founder of Marvell Technology Group)
2. Sonita Lontoh (Vice President of Strategic Markets at Siemens, Digital Grid)
3. Adamas Belva Syah Devara (co-Founder of Ruangguru.com)
4. Eliza Sariaatmadja (Director, Business Development Creative Media Works KMK Online)
5. Basuki Priyanto (Owner of 23 Patents in Wireless Communication)
6. Achmad Zakyh (CEO Bukalapak.com).





Sehat Sutardja, sosok low profile yang ternyata memiliki 440 hak patents di dunia, beliau memerlukan waktu 25 tahun dalam kariernya hingga merasakan sebuah kesuksesan atas upaya pemikiran dan pekerjaan yang sudah diperbuatnya. Begitu juga menurut para tokoh lainnya, sebuah kesuksesan tidak seperti membalikkan telapak tangan namun sebuah hal yang perlu diperjuangkan terus dan terus tanpa jatuh tenggelam dalam keputus asaan yang menyebabkan patah semangat. Basuki Piyanto 50 hak patents, percaya diri menjadi modal yang Ia tanam dalam sebuah harapan.

Menurut pengalaman ke enam tokoh tersebut, dalam menciptakan sebuah innovasi seseorang dianggap wajar jika mengalami proses jatuh bangun, karena dari sanalah semangat memperbaiki kesalahan atau kerusakan yang dialami sebagai sebuah kunci keberhasilan diwaktu yang akan datang. Hal tersebut pun dirasakan mereka ketika merintis sebuah ide hingga penerapan serta mencapai sukses yang bias jadi hitungan tahun bahkan berpuluh tahun kemudian digapainya.

Hal terpenting adalah motivasi diri untuk kearah yang lebih baik jangan sampai hilang dari pikiran bahkan dari hati kita. Innovasi merupakan penciptaan sebuah hal baru yang bisa jadi sebuah keunikan. Berikut adalah trik serta pengalaman bagaimana innovasi dapat tercipta sebagai sebuah kesuksesan :

  • Bekerja keras, fokus pada upaya yang akan dilakukan
  • Terus belajar,  baik dari pengalaman (pribadi, role model) maupun hal yang belum diketahui
  • Didasari ketertarikan, hal utama yang menjadi perhatian menekuni sebuah usaha
  • Keinginan improvisasi dari apa yang sudah diperoleh
  • Positive thinking hal yang akan diperoleh
  • Lakukan pekerjaan secara enjoy jangan melewati batas kelelahan, terbebankan
  • Memetakan standart keberhasilan yang kemudian terus ditingkatkan kembali targetnya
  • Manfaatkan kemajuan technologi dan kemudahan memperoleh informasi
  • Lakukan hal yang minim resiko, dimana pengetahuan kita mumpuni memperjuangkannya
  • Selesaikan masalah, tidak ditinggalkan begitu saja dan beralih kelainnya
  • Pandai melihat kesempatan atau peluang baru, baik pangsa pasar maupun trend zaman
  • Berupaya menciptakan sesuatu dengan berpikir untuk kepentingan orang banyak
  • Bersyukur atas apa yang sudah terlalui dan berhasil diraih.



Comments

Popular posts from this blog

FDIK Jalin Kerjasama Dengan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Kuwait City. Selasa, 24 Maret 2020 telah di lakukan prosesi penandatangan nota kerjasam MoU antara Forum Diaspora Indonesiab di Kuwait (FDIK) dan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Riau ( UP ). Acara ini berlangsung dengan menggunakan komunikasi jarak jauh (online) via webinar, hal ini diluar perencanaan sebelumnya dimana pihak UP sudah mempersiapkan matang rencana pertemuan namun terkendala situasi penyakit covid-19 yang mewabah di Indonesia. Prosesi yang dipandu oleh Nila Kusumawati, S.Kep. Ners. MPH., selaku Ketua International Relations Office UP di awali dengan sesi perkenalan kepada Rektor UP Prof. DR. H. Amir Luthfi, Dekan Fakultas serta para Dosen. Pada moment tersebut Ketua FDIK Ibnu Munzir turut menyaksikan Prosesi yang berlangsung secara online. Kerjasama ini di inisiasi oleh M. Robby Fajar Cahya yang merupakan perwakilan Divisi Keahlian Profesi FDIK. Pada draf MoU yang telah dirumuskan merupakan kesepakatan kerjasama kedua belah pihak di berbagai bidan...

Perayaan kemerdekaan Indonesia di Kuwait

Suasana pagi itu berbeda dari biasanya. Perayaan kemerdekaan 17 agustus  dirayakan pada hari jumat  31 oktober 2025, pukul 09.00 - 17.00 di halaman KBRI Kuwait City. Warna merah dan putih tampak berkibar. Semangat kemerdekaan Indonesia yang hidup di hati warganya, di mana pun mereka berada. Meskipun jauh dari tanah air, rasa cinta kepada Indonesia begitu kuat terasa. Tidak hanya dihadiri oleh masyarakat Indonesia di kuwait dari berbagai kalangan, dan keluarga besar KBRI, tetapi juga oleh para tamu kehormatan: duta besar dan perwakilan dari berbagai negara sahabat yang datang dengan penuh rasa hormat dan antusias. Semua berkumpul dengan penuh semangat di halaman KBRI Kuwait City. Masyarakat Indonesia yang datang menciptakan suasana yang hangat, seolah membawa potongan kecil kampung halaman ke negeri orang. Dari kejauhan, aroma masakan Nusantara mulai tercium. Stand-stand bazar berjejer rapi, dihiasi dengan kain batik, bendera merah putih, dan senyum ramah para penjual yang deng...

Indonesian Independence Day Celebration in Kuwait

That morning felt different from the others. The celebration of Indonesia’s Independence Day took place on Friday, October 31, 2025, from 9:00 a.m. to 5:00 p.m. at the courtyard of the Indonesian Embassy in Kuwait City . The red and white colors proudly fluttered in the air, symbolizing the enduring spirit of independence that lives in the hearts of Indonesians, wherever they may be. Even far from home, the love for Indonesia was deeply felt. The event was attended not only by Indonesians in Kuwait from various backgrounds and the big family of the Embassy, but also by distinguished guests, Ambassadors and representatives from friendly nations who came with great respect and enthusiasm. Everyone gathered with joy and excitement, creating a warm and lively atmosphere that felt like bringing a piece of Indonesia to foreign soil. From afar, the aroma of Indonesian cuisine filled the air. Food bazaar stalls lined up neatly, decorated with batik cloths , red-and-white flags, and the frien...