Skip to main content

TimNas Indonesia U-23 Tembus Semifinal Piala Asia U-23 usai mengalahkan Korea Selatan Lewat Adu Penalti

Ribuan Warga Negara Indonesia (WNI), diaspora Indonesia, Ultras Garuda Qatar, hingga Persatuan Masyarakat Indonesia (PERMIQA) selalu menemani perjuangan Timnas Indonesia U-23 hingga babak perempat final Piala Asia U-23.

Di Qatar, sampai 10 ribu lebih suporter Timnas Indonesia U-23 yang memenuhi stadion. Ini seperti bermain di Indonesia," ujar anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga.

Semangat juang dari kawan-kawan kita bisa dikatakan adalah suporter yang sangat hebat. Sewaktu penendang terakhir Korea Selatan U-23," imbuh Arya.
Itu adalah contoh-contoh bahwa dukungan suporter memberikan semangat begitu besar buat Timnas Indonesia U-23 di Piala Asia U-23. Tidak hanya itu. Kami lihat hampir di seluruh Indonesia suporter-suporter melakukan nobar," terangnya.


Timnas Indonesia U-23 sukses membuat sejarah dalam keikutsertaan perdananya di Piala Asia U-23. Mereka bisa lolos ke babak perempat final setelah finis sebagai runner-up Grup A.
Laga itu tentu tak mudah. Namun masih ada kans bagi Marselino Ferdinan dkk untuk bisa memetik kemenangan dan melaju ke semifinal.
Jurnalis senior Korea Selatan, Steven Han memeberkan kemenangan Timnas Indonesia U-23 atas negaranya di perempat final Piala Asia U-23 2024 menyimpan cerita yang lebih dalam dari sekedar narasi kejutan.

Steven Han membongkar bahwa kemenangan Garuda Muda atas Taeguk Warriors secara tak langsung merupakan 'hukuman' Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) yang pernah menjahati Shin Tae-yong.

Ya, Shin Tae-yong yang merupakan pelatih berkebangsaan Korea Selatan, membawa Timnas Indonesia U-23 menekuk Korsel lewat drama adu penalti di Stadion Abdullah bin Khalifa, Doha, kamis (25/4/2024) 20.30 Waktu Qatar.

Kedua tim bermain imbang 2-2 selama 120 menit sebelum Indonesia mengalahkan negara unggulan itu di babak adu penalti dengan skor 11-10.


Kemenangan dramatis nan mengejutkan ini tak hanya menciptakan sejarah bagi Timnas Indonesia U-23 yang untuk pertama kalinya mencapai babak semifinal Piala Asia U-23.

Selain itu, hasil ini layaknya pembalasan dendam yang begitu manis bagi Shin Tae-yong terhadap KFA. Menurut Steven Han, KFA pernah 'menjahati' Shin Tae-yong usai gagal membawa Taeguk Warriors lolos ke 16 besar Piala Dunia 2018.

Dalam penampilan publik terakhirnya sebagai manajer Korea pada 2018, Shin Tae-yong dan para pemainnya dilempari telur setelah mereka mengalahkan Jerman di Rusia," tulis Steven Han lewat akunnya di X, @realstevescores, dikutip pada Jumat (26/4/2024).

"KFA membiarkannya menunggu panggilan untuk memperbarui kontraknya sebelum berpisah tanpa kontak apa pun."

"Enam tahun kemudian, kamis, 24 April 2024 (SHin Tae-yong bersama Timnas Indonesia U-23 mengalahkan Korsel) terjadi."


Pada babak adu penalti, pemain Korea Selatan, Kim Min-woo (2 penalti), Lee Kang-hee, Hwang Jae-won, Paik Sang-hoon, Byun Jun-soo, Hong Yun-sang, Cho Hyun-taek, Jeon Sang-bin, dan kiper Baek Jong-beom berhasil melakukan tugasnya. Kang Sang-yoon gagal, sedangkan tendangan kedua Lee Kang-hee mampu ditepis kiper Ernando Ari.

Di kubu Indonesia, Ramadhan Sananta (2 penalti), Pratama Arhan, Rafael Struick, Marselino Ferdinan, Justin Hubner, Jeam Kelly Sroyer, Rizky Ridho, kiper Ernando Ari sukses. Hanya Arkhan Fikri yang gagal. Arhan menjadi penentu kemenangan Indonesia. 
Bagi Timnas Indonesia U-23, kemenangan ini membuat mereka selangkah lagi mengunci tiket ke Olimpiade Paris 2024. Sementara bagi Korea Selatan, ini menjadi kali pertama sejak 1984 mereka gagal ke Olimpiade.

Sebelumnya, Taeguk Warriors lolos ke Olimpiade dalam sembilan edisi beruntun. Kekalahan dari Garuda Muda bikin upaya mereka untuk menjadi tim pertama yang lolos ke Olimpiade dalam 10 edisi beruntun pun pupus.

Indonesia lolos ke babak Semifinal Piala Asia U-23. Hasil ini adalah torehan bersejarah mengingat Korea Selatan adalah salah satu tim terkuat di Asia, dan selalu lolos ke Olimpiade di 9 edisi terakhir.

Selain menjadi capaian tak terbayangkan di debut Indonesia U-23, kemenangan di turnamen ini juga berarti peluang lolos Indonesia menuju Olimpiade Paris 2024 makin terbuka lebar. Kali pertama dan satu-satunya timnas sepak bola Indonesia tampil di level tersebut adalah pada Olimpiade Melbourne 1956.

Kemangan melawan Korea Selatan di babak perempat final ini menjadikan peluang Indonesia untuk lolos ke Olimpiade Paris 2024 makin terbuka lebar. Dengan jaminan minimal peringkat ke-4, Indonesia hanya butuh membukukan satu kemenangan lagi. 



Di pos kiper, Ernando Ari masih jadi pilihan utama Indonesia U-23. Di bangku cadangan ada Adi Satryo.

Di pos bek, Justin Hubner masih jadi andalan. Demikian juga sang kapten Rizky Ridho. Komang Teguh masuk menggantikan Muhammad Ferarri.

Di lini tengah, ada nama Ivar Jenner. Ia akan didampingi oleh Nathan Tjoe-A-On.
Kemudian di lini serang Marselino Ferdinan masih jadi andalan. Ia akan ditemani oleh Rafael Struick.

Berikut nama nama pemain Indonesia U23
Kiper: Ernando Ari
Bek: Komang Teguh, Rizky Ridho, Justin Hubner
Gelandang: Rio Fahmi, Ivar Jenner, Nathan Tjoe-A-on, Pratama Arhan
Penyerang: Marselino Ferdinan, Rafael Struick, Witan Sulaeman

Semangat Garuda Muda, Kami Bangga!

-Fut







Comments

Popular posts from this blog

FDIK Jalin Kerjasama Dengan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Kuwait City. Selasa, 24 Maret 2020 telah di lakukan prosesi penandatangan nota kerjasam MoU antara Forum Diaspora Indonesiab di Kuwait (FDIK) dan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Riau ( UP ). Acara ini berlangsung dengan menggunakan komunikasi jarak jauh (online) via webinar, hal ini diluar perencanaan sebelumnya dimana pihak UP sudah mempersiapkan matang rencana pertemuan namun terkendala situasi penyakit covid-19 yang mewabah di Indonesia. Prosesi yang dipandu oleh Nila Kusumawati, S.Kep. Ners. MPH., selaku Ketua International Relations Office UP di awali dengan sesi perkenalan kepada Rektor UP Prof. DR. H. Amir Luthfi, Dekan Fakultas serta para Dosen. Pada moment tersebut Ketua FDIK Ibnu Munzir turut menyaksikan Prosesi yang berlangsung secara online. Kerjasama ini di inisiasi oleh M. Robby Fajar Cahya yang merupakan perwakilan Divisi Keahlian Profesi FDIK. Pada draf MoU yang telah dirumuskan merupakan kesepakatan kerjasama kedua belah pihak di berbagai bidan...

Perayaan kemerdekaan Indonesia di Kuwait

Suasana pagi itu berbeda dari biasanya. Perayaan kemerdekaan 17 agustus  dirayakan pada hari jumat  31 oktober 2025, pukul 09.00 - 17.00 di halaman KBRI Kuwait City. Warna merah dan putih tampak berkibar. Semangat kemerdekaan Indonesia yang hidup di hati warganya, di mana pun mereka berada. Meskipun jauh dari tanah air, rasa cinta kepada Indonesia begitu kuat terasa. Tidak hanya dihadiri oleh masyarakat Indonesia di kuwait dari berbagai kalangan, dan keluarga besar KBRI, tetapi juga oleh para tamu kehormatan: duta besar dan perwakilan dari berbagai negara sahabat yang datang dengan penuh rasa hormat dan antusias. Semua berkumpul dengan penuh semangat di halaman KBRI Kuwait City. Masyarakat Indonesia yang datang menciptakan suasana yang hangat, seolah membawa potongan kecil kampung halaman ke negeri orang. Dari kejauhan, aroma masakan Nusantara mulai tercium. Stand-stand bazar berjejer rapi, dihiasi dengan kain batik, bendera merah putih, dan senyum ramah para penjual yang deng...

Indonesian Independence Day Celebration in Kuwait

That morning felt different from the others. The celebration of Indonesia’s Independence Day took place on Friday, October 31, 2025, from 9:00 a.m. to 5:00 p.m. at the courtyard of the Indonesian Embassy in Kuwait City . The red and white colors proudly fluttered in the air, symbolizing the enduring spirit of independence that lives in the hearts of Indonesians, wherever they may be. Even far from home, the love for Indonesia was deeply felt. The event was attended not only by Indonesians in Kuwait from various backgrounds and the big family of the Embassy, but also by distinguished guests, Ambassadors and representatives from friendly nations who came with great respect and enthusiasm. Everyone gathered with joy and excitement, creating a warm and lively atmosphere that felt like bringing a piece of Indonesia to foreign soil. From afar, the aroma of Indonesian cuisine filled the air. Food bazaar stalls lined up neatly, decorated with batik cloths , red-and-white flags, and the frien...