Skip to main content

Kegiatan Diaspora Indonesia Memasuki Musim Dingin Di Kuwait

Salmiya - Perubahan cuaca memasuki musim dingin diwilayah Kuwait disambut Diaspora Indonesia dengan berbagai kegiatan outdoor. Suhu cuaca pagi hari dikisaran 23° C - 26° C diwilayah pantai dimanfaatkan masyarakat di Kuwait untuk kegiatan olah raga dan silaturahmi kumpul bersama.

Hal ini seperti yang dilakukan Jum'at pagi 06 Oktober 2017 oleh diaspora Indonesia dalam wadah organisasi Aku di Kuwait, Kampoeng Reggae dan Indonesian Nggowes Community-Q8 (Club Sepeda). Kegiatan yang berfokus sepanjang Pantai Salmiya (Kuwait Tower - Marina Beach) tidak direncanakan sebelumnya, namun demikian mereka dapat berkumpul pada titik yang sama yaitu di Taman Pantai Marina.

Menurut Sabir selaku sepuh Ormas Kampoeng Reggae yang turut hadir, mereka berenang dan berangkat sejak pukul 06.00 WK. Menjelang pukul 10.00 perlahan meninggalkan lokasi untuk beraktifitas lainnya atau pulang kerumah masing-masing. "Ini acara keluarga dan khususnya anak-anak untuk belajar renang dan hiburan dihari libur sekolah. mumpung cuaca sudah  dingin. Selain itu menjadi kumpul silaturahmi sesama warga". Ungkapnya saat diminta pendapat.

Musim dingin di Kuwait merupakan waktu yang ditunggu banyak orang, baik untuk kegiatan olahraga seperti renang, jogging, bersepeda dan lainnya di outdoor. Berikut beberapa photo dari kegiatan yang berhasil diabadikan Ady Erik Affandie (Aku di Kuwait), Nanak Sugianto (Club Sepeda) dan Rahmat Mulyawan (Kampoeng Reggae).










Salam Diaspora!

Comments

Popular posts from this blog

FDIK Jalin Kerjasama Dengan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Kuwait City. Selasa, 24 Maret 2020 telah di lakukan prosesi penandatangan nota kerjasam MoU antara Forum Diaspora Indonesiab di Kuwait (FDIK) dan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Riau ( UP ). Acara ini berlangsung dengan menggunakan komunikasi jarak jauh (online) via webinar, hal ini diluar perencanaan sebelumnya dimana pihak UP sudah mempersiapkan matang rencana pertemuan namun terkendala situasi penyakit covid-19 yang mewabah di Indonesia. Prosesi yang dipandu oleh Nila Kusumawati, S.Kep. Ners. MPH., selaku Ketua International Relations Office UP di awali dengan sesi perkenalan kepada Rektor UP Prof. DR. H. Amir Luthfi, Dekan Fakultas serta para Dosen. Pada moment tersebut Ketua FDIK Ibnu Munzir turut menyaksikan Prosesi yang berlangsung secara online. Kerjasama ini di inisiasi oleh M. Robby Fajar Cahya yang merupakan perwakilan Divisi Keahlian Profesi FDIK. Pada draf MoU yang telah dirumuskan merupakan kesepakatan kerjasama kedua belah pihak di berbagai bidan...

Perayaan kemerdekaan Indonesia di Kuwait

Suasana pagi itu berbeda dari biasanya. Perayaan kemerdekaan 17 agustus  dirayakan pada hari jumat  31 oktober 2025, pukul 09.00 - 17.00 di halaman KBRI Kuwait City. Warna merah dan putih tampak berkibar. Semangat kemerdekaan Indonesia yang hidup di hati warganya, di mana pun mereka berada. Meskipun jauh dari tanah air, rasa cinta kepada Indonesia begitu kuat terasa. Tidak hanya dihadiri oleh masyarakat Indonesia di kuwait dari berbagai kalangan, dan keluarga besar KBRI, tetapi juga oleh para tamu kehormatan: duta besar dan perwakilan dari berbagai negara sahabat yang datang dengan penuh rasa hormat dan antusias. Semua berkumpul dengan penuh semangat di halaman KBRI Kuwait City. Masyarakat Indonesia yang datang menciptakan suasana yang hangat, seolah membawa potongan kecil kampung halaman ke negeri orang. Dari kejauhan, aroma masakan Nusantara mulai tercium. Stand-stand bazar berjejer rapi, dihiasi dengan kain batik, bendera merah putih, dan senyum ramah para penjual yang deng...

Indonesian Independence Day Celebration in Kuwait

That morning felt different from the others. The celebration of Indonesia’s Independence Day took place on Friday, October 31, 2025, from 9:00 a.m. to 5:00 p.m. at the courtyard of the Indonesian Embassy in Kuwait City . The red and white colors proudly fluttered in the air, symbolizing the enduring spirit of independence that lives in the hearts of Indonesians, wherever they may be. Even far from home, the love for Indonesia was deeply felt. The event was attended not only by Indonesians in Kuwait from various backgrounds and the big family of the Embassy, but also by distinguished guests, Ambassadors and representatives from friendly nations who came with great respect and enthusiasm. Everyone gathered with joy and excitement, creating a warm and lively atmosphere that felt like bringing a piece of Indonesia to foreign soil. From afar, the aroma of Indonesian cuisine filled the air. Food bazaar stalls lined up neatly, decorated with batik cloths , red-and-white flags, and the frien...